Laman

Jumat, 08 Februari 2013

Percobaan Pernafasan dengan Respirometer


I.                   Dasar teori

Respirasi adalah reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk  aktivitas sel dan kehidupan tumbuhan dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi tinggi lainnya. Jadi respirasi merupan proses pembongkaran molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana.
Organisasi aerob memerlukan  untuk melakukan respirasi, tidak terkecuali hewan, tumbuhan dan manusia. Oksigen diperlukan untuk membakar sari makanan di dalam sel tubuh. Hasil pembakaran makanan  tersebut adalah energi (36 ATP) dan mengeluarkan sisa pembakaran berupa . Berbeda dengan organism anaerob yang hanya bisa menghasilkan 2 ATP dalam proses respirasinya. Energi hasil respirasi inilah yang digunakan untuk aktifitas hidupnya.

II.                Tujuan
Melakukan pembuktian bahwa pernafasan menggunakan Oksigen.

III.             Alat dan bahan
*      Respirometer
*      Larutan kristal NaOH
*      Larutan eosin (boleh berwarna lain)
*      Kecambah
*      Vaselin
*      Pencatat waktu





IV.             Langkah kerja
1.      Bungkus kristal NaOH dengan menggunakan kapas kemudian masukkan ke dalam botol respirometer.
2.      Ambilah kecambah dan timbanglah kecambah menjadi 2,3, dan 5 gram dan masukkan ke dalam botol respirometer.
3.      Masukkan pipa panjang berskala pada mulut botol dan olesi sambungan pada mulut botol respirometer dengan vaselin supaya tidak bocor.
4.      Tetesi ujung pipa panjang dengan larutan eosin dan letakkan semua rangkaian percobaan dengan posisi mendatar.
5.      Berikan tanda dengan spidol pada pipa panjang bertepatan dengan ujung warna merah larutan eosin yang masuk pada pipa panjang berskala.
6.      Catat secara periodik pergerakan larutan eosin untuk setiap menit selama 5 menit.

V.                Data hasil pengamatan
Tabel laju respirasi kecambah

No
Macam-macam berat kecambah
Jarak jalannya larutan eosin
1 menit
2 menit
3 menit
4 menit
5 menit
1
2 gram
0,01
0,01
0,01
0,01
0,01
2
3 gram
0.020
0.026
0,034
0,040
0,043
3
5 gram
0,037
0,048
0,063
0,064
0,066









VI.             Analisis data dan pembahasan
Jawablah pertanyaan berikut.
1.      Peristiwa apakah yang membuktikan bahwa kecambah bernafas dengan mengambil oksigen dari lingkungan? Zat apa yang berperan dalam pembuktian tersebut? Peristiwa respirasi, hal itu dibuktikan dengan menggunakan eosin. Kecambah berusaha menghirup O2 dari luar melalui tabung kapiler berskala, sehingga setiap kecambah memperoleh O2, eosin akan bergerak.

2.      Adakah perbedaan laju antara kecambah yang berbeda beratnya? Ada, semakin berat kecambah, semakin banyak oksigen yang diperlukan untuk proses respirasi.

3.      Faktor apa sajakah yang mempengaruhi laju pernafasan ?
a)      Ketersediaan substrat dengan kandungan
Tumbuhan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Jika substratnya tinggi maka akan melakukan respirasi dengan laju yang tinggi.
b)     Ketersediaan oksigen
Ketersediaan oksigen akan menpengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut tergantung pada spesiesnya
c)      Suhu
·         Jika temperaturnya meningkat maka laju respirasi pun tinggi
·         Jika temperaturnya rendah maka laju respirasinya menurun.
d)     Cahaya
Peningkatan intensitas cahaya menyebabkan peningkatan laju respirasi.
Semakin banyak cahaya yang masuk dapat maka mempercepat proses respirasinya.
e)       Konsentrasi Karbondioksida
Meningkatnya konsentrasi karbondioksida diperkirakan dapat menghambat terjadinya respirasi. Karena konsentrasi karbondioksida yang tinggi menyebabkan menutupnya stoma sehingga proses pertukaran gas menjadi terbatas (kurang cepat).
f)       Adanya gelembung-gelembung air
Air dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penurunan laju respirasi. Hal ini karena air merupakan medium tempat terjadinya reaksi respirasi.

4.      Apa fungsi NaOH dalam percobaan ini? Untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen.

5.      Mengapa untuk mengganti kecambah, pipa berskala harus kering?
Karena gelembung air dapat menghambat proses respirasi pada tumbuhan kecambah.

6.      Tulislah reaksi kimia pada proses pernafasan?
C6H12O6   +   O2     →   6CO2   +   H2O   +   energy(ATP)


VII.          Kesimpulan
·         Respirasi pada kecambah lebih cepat terjadi pada suhu yang lebih tinggi.Tinggi dan rendahnya suhu mempengaruhi kecepatan respirasi. Makin banyak CO2 yang dibebaskan, maka proses respirasi makin cepat.
·         Semakin banyak jumlah kecambah gerak eosin semakin cepat.
·         Gelembung-gelembung air dapat menghambat laju reaksi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar